Translate

Sunday, June 28, 2020

Angkat

Masih panas, kami mencari ruang untuk bergambar,kereta diparkir di bawah jambatan setelah disarankan kakak Ezzati.
     Dalam panas, langit memutih ditutupi awan. Banyak yang berhenti, beraksi untuk mencetak memori. Jika dahulu, datang ke Terengganu bagaikan tidak sah jika tidak menunggu penyu mendarat, sekarang tidak sah jika tidak ke jambatan angkat.     
       Berlatarbelakangkan Jambatan Angkat Kuala Terengganu, diterangi cahaya mentari, semuanya berkongsi memori. Tukang tangkap gambar utama, kakak Fatin menjalankan tugas rasmi. Panahan mentari, membuatkan kami cepat angkat kaki. 

No comments:

Sajak — Ujar Detik Yang Beredar

Pagi ini aku melihat  pelangi di lantai bukan di langit pagi lewat bangkit dan sebelah kasut terselit kalut. Detik tak berkasut pantas melan...